Jakarta-Sidang isbat merupakan forum penting yang tidak hanya untuk penetapan hukum, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi antara pemerintah, tokoh agama, dan pakar sains untuk menjaga ukhuwah islamiyah
Pemerintah menyebut anggaran Sidang Isbat 2026 berada di kisaran Rp140 hingga Rp163 juta dan menilai nominal tersebut masih dalam batas wajar. Pernyataan ini dilansir dari berbagai laporan media nasional yang mengutip penjelasan Kementerian Agama.
Sidang Isbat sendiri merupakan agenda tahunan yang melibatkan ulama, organisasi keagamaan, serta ahli astronomi untuk menetapkan awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah. Pemerintah menilai forum ini penting sebagai sarana musyawarah dan penetapan resmi yang dapat diterima bersama.Meski demikian, besaran anggaran tersebut mulai mendapat perhatian publik. Sejumlah laporan media mencatat adanya pertanyaan terkait relevansi format sidang di tengah kemajuan teknologi astronomi yang kini mampu memprediksi posisi hilal secara akurat.
Kementerian Agama menjelaskan bahwa anggaran tersebut digunakan untuk kebutuhan operasional, termasuk koordinasi lintas lembaga dan kehadiran peserta dari berbagai daerah. Di sisi lain, wacana efisiensi dan digitalisasi menguat, dengan sejumlah pengamat menilai mekanisme sidang dapat disederhanakan tanpa mengurangi substansi.
(***)


















