LAMPUNG TIMUR – Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kabupaten Lampung Timur bersama elemen masyarakat terus memberikan pendampingan intensif terhadap Zulya Ulfa, seorang anak yang menjadi korban musibah luka bakar. Langkah ini diambil untuk memastikan proses penyembuhan korban berjalan optimal serta meringankan beban psikologis dan finansial keluarganya.
Ketua LPAI Kabupaten Lampung Timur, Decxy Vicry Angga, S.H., menjelaskan bahwa pihaknya menerima informasi mengenai kondisi Zulya Ulfa pada 30 Mei 2026 melalui jejaring relawan di Kecamatan Labuhan Maringgai. Menyadari urgensi kondisi korban, LPAI segera berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Lampung Timur serta manajemen RSUD KH. Ahmad Hanafiah.
“Saat menerima informasi, kami langsung bergerak. Kami koordinasikan dengan dinas terkait dan rumah sakit agar ananda Ulfa mendapatkan penanganan medis dan pendampingan hukum maupun sosial yang maksimal,” ujar Decxy, Senin (9/6/2026).
Berdasarkan kronologi yang dihimpun, pasca-kejadian, keluarga sempat membawa Zulya ke RS AKA Medika. Namun, mengingat tingkat keparahan luka bakar, korban kemudian dirujuk ke RS Urip Sumoharjo Bandar Lampung, sebelum akhirnya mendapatkan perawatan lebih lanjut di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung.
LPAI juga aktif menggalang bantuan sukarela melalui jejaring WhatsApp. Donasi yang terkumpul dari masyarakat yang tergerak hatinya langsung disalurkan ke rekening keluarga untuk membantu biaya pengobatan dan perawatan.
Pendampingan tidak berhenti hanya pada tahap awal. Pada Senin, 8 Juni 2026 pukul 14.00 WIB, Decxy kembali menghubungi P3AP2KB dan Plt Direktur RSUD KH. Ahmad Hanafiah, Eva Susanti, untuk memantau perkembangan terkini.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak RSUD KH. Ahmad Hanafiah mengutus bidan desa untuk melakukan kunjungan rumah (home visit) guna mengecek kondisi pasien dan memberikan edukasi kepada keluarga. Bidan desa menyarankan agar obat-obatan yang diresepkan oleh tim medis RSUD Dr. H. Abdul Moeloek dihabiskan sesuai petunjuk dokter.
Sesuai jadwal kontrol medis, pada hari yang sama pukul 20.30 WIB, keluarga kembali membawa Zulya Ulfa ke RSUD Dr. H. Abdul Moeloek untuk melanjutkan pengobatan.
Decxy Vicry Angga menekankan bahwa musibah yang menimpa seorang anak harus menjadi perhatian kolektif. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan organisasi sosial untuk bersinergi memberikan dukungan.
“Yang paling penting saat ini adalah memastikan korban mendapatkan pengobatan terbaik. Kami berharap Zulya Ulfa dapat pulih total dan kembali menjalani masa kanak-kanaknya dengan sehat dan bahagia,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi Zulya Ulfa dalam pantauan ketat tim medis dan pendamping dari LPAI.
(Red)


















