banner 728x250

Konsumsi Solar di Lampung Melonjak, Pertamina Tambah Pasokan Hingga 300 KL Per Hari

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

BANDAR LAMPUNG – Lonjakan permintaan BBM jenis Biosolar subsidi yang memicu antrean panjang di sejumlah SPBU menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pertamina Patra Niaga. Kedua pihak turun langsung melakukan pemantauan ke lapangan pada Kamis, 18 Juni 2026.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, menegaskan bahwa kondisi ini mendapat perhatian penuh guna memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga dan didistribusikan tepat sasaran.

banner 325x300

“Kami memantau langsung ke lapangan untuk melihat situasi di lapangan. Pemerintah provinsi terus berkoordinasi dengan Pertamina dan BPH Migas agar kebutuhan masyarakat terpenuhi dan penyaluran berjalan sesuai ketentuan,” ujar Budhi.

Sementara itu, Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Lampung II, Reiner Bontong, menjelaskan bahwa saat ini konsumsi Biosolar di Lampung tercatat mencapai sekitar 2.400 kiloliter (KL) per hari. Angka ini naik sekitar 16 persen melampaui kuota dasar harian yang ditetapkan BPH Migas sebesar 2.150 KL. Artinya, terjadi kelebihan serapan mencapai 250 KL per hari.

Menanggapi lonjakan tersebut, Pertamina mengambil langkah cepat dengan menambah alokasi pasokan tambahan berkisar antara 200 hingga 300 KL setiap harinya. Penambahan ini dilakukan untuk mengimbangi tingginya permintaan serta meminimalisir antrean kendaraan di SPBU.

“Kami memahami kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, kami menambah pasokan tambahan agar stok tetap aman. Selain Biosolar, kami pastikan juga ketersediaan Pertalite dan jenis BBM lainnya dalam kondisi terjaga di seluruh wilayah Lampung,” jelas Reiner.

Pertamina juga mengimbau masyarakat agar menggunakan BBM subsidi sesuai peruntukannya, mengingat jenis ini ditujukan untuk sektor usaha produktif dan kendaraan yang memenuhi syarat. Hal ini penting agar ketersediaan dapat dinikmati secara adil dan merata.

Hingga saat ini, koordinasi antara Pemprov Lampung, Pertamina, dan BPH Migas terus diperkuat guna memantau perkembangan kebutuhan di lapangan dan menyesuaikan pasokan secara dinamis sesuai kebutuhan riil.

(Red )

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *