banner 728x250

Petani terdampak, Ada Apa di Balik Tanggul Sukorahayu ?

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

 

 

banner 325x300

LAMPUNG TIMUR — Tanggul di kawasan persawahan Desa Sukorahayu, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, kini menjadi sorotan sejumlah petani. Struktur yang disebut berkaitan dengan upaya pengamanan gajah justru dinilai menghambat akses petani menuju lahan, terutama untuk membawa alat pertanian.

Akses Terhambat, Alat Pertanian Sulit Melintas

Menurut para petani, sebelum tanggul diperbaiki dan ditinggikan sekitar tiga bulan terakhir, jalur tersebut biasa dilalui mesin bajak hingga combine harvester. Kini, alat pertanian disebut kesulitan melintas, bahkan ada dua unit alat bajak yang sempat terguling saat mencoba melewatinya.

“Yang punya sawah di seberang tanggul itu untuk memasukkan alat susah. Ada yang sampai terguling,” ungkap salah seorang petani di lokasi.

Keluhan serupa disampaikan Ahmad, petani setempat: “Kalau sebelum ada tanggul, combine dan alat-alat lainnya lewat sini.”

Petani juga mempertanyakan posisi tanggul yang berada tepat di kawasan persawahan. Jika tanggul tersebut untuk mengantisipasi gajah dari kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), mengapa akses menuju sawah masyarakat justru ikut terdampak?

Pihak Berwenang Saling Lempar Tanggung Jawab

Keluhan tersebut telah sampai ke Pemerintah Kecamatan Labuhan Maringgai. Camat Setyo Cipto mengaku sudah turun ke lokasi dan menyampaikan persoalan itu kepada pihak TNWK.

“Untuk masalah tanggul pagar itu kami hanya sebatas mengetahui saja, tidak terlibat di dalam,” kata Setyo saat dikonfirmasi, Sabtu (15/8/2026).

Namun, hingga kini persoalan belum menemukan titik temu. Berikut perkembangan konfirmasi yang dilakukan media:

– Kepala Desa Sukorahayu Afria Syahdi tidak berada di tempat saat dikonfirmasi. Telepon dan pesan WhatsApp juga belum mendapat respons.

– Kepala Balai TNWK Zaidi belum berhasil ditemui. Pesan WhatsApp dan panggilan telepon juga belum mendapat respons.

– Di kantor Balai TNWK, tim diarahkan menghubungi Afrizon, yang menyatakan persoalan tanggul bukan menjadi tanggung jawabnya dan mengarahkan konfirmasi kepada Gandung selaku penanggung jawab pekerjaan tanggul.

– Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rabu (19/8/2026), Gandung justru mempertanyakan: “BBWS bikin di situ dari dulu, kenapa Anda nggak ribut?”

Tim kemudian menjelaskan bahwa konfirmasi dilakukan terkait keluhan petani setelah tanggul diperbaiki dan ditinggikan, khususnya terkait akses alat pertanian menuju sawah.

Belum Ada Penjelasan Resmi

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh penjelasan langsung dari pihak Balai TNWK mengenai keluhan petani tersebut.

Petani tidak mempersoalkan upaya mencegah konflik gajah. Mereka hanya meminta fungsi pengamanan tetap berjalan tanpa mengorbankan akses menuju lahan yang menjadi sumber penghidupan mereka.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Balai TNWK dan Pemerintah Desa Sukorahayu belum memberikan keterangan resmi. Ruang konfirmasi tetap terbuka bagi pihak terkait.

(Herman)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *