banner 728x250

Bupati Lampung Timur Terima Silaturahmi Siswa Seskoad 2026, Bahas Strategi Pencegahan & Penanganan Karhutla

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

 

 

banner 325x300

LAMPUNG TIMUR — Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menerima silaturahmi siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Tahun 2026. Pertemuan tersebut membahas upaya peningkatan kompetensi serta strategi pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Lampung Timur, Senin (31/8/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, unsur TNI, komunitas, serta masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ela Siti Nuryamah didampingi Kepala BPBD Lampung Timur M. Ridwan, Kepala BPKAD, dan Kepala Bappeda. Turut hadir dari tim Seskoad: Kolonel Inf Hasroel, Mayor Inf Winarno, Mayor Czi Irfan Gusema, Mayor Caj (K) Murni Hasibuan, Mayor Cpl Faisal Fadilla, Kapten Inf Adi Prayoga, dan Kapten Inf Ahmad Rizaldi.

Sinergi Mitigasi Karhutla

Bupati Ela menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta kolaborasi yang dilakukan para siswa Seskoad. Ia berharap kegiatan tersebut menghasilkan masukan dan rekomendasi yang dapat diterapkan pemerintah daerah dalam memperkuat mitigasi dan penanganan Karhutla.

“Terima kasih atas kolaborasinya. Kami sangat terbuka untuk mendapatkan masukan, terutama terkait apa saja yang diperlukan dan dukungan seperti apa yang bisa diberikan pemerintah daerah,” ujar Bupati.

Salah satu langkah yang perlu diperkuat adalah pemberdayaan desa-desa penyangga kawasan hutan. Dengan pemberdayaan yang tepat, masyarakat di sekitar kawasan hutan diharapkan dapat memperoleh manfaat ekonomi sekaligus memiliki kepedulian yang lebih tinggi terhadap kelestarian hutan.

“Yang kami pikirkan sementara ini adalah bagaimana desa-desa penyangga bisa diberdayakan agar hutan memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi tetap terjaga kelestariannya,” jelasnya.

Pemkab Lampung Timur juga mendorong kolaborasi dengan desa-desa penyangga untuk menghadirkan pendamping yang membantu memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan serta mencegah kebakaran. Selain pemerintah dan masyarakat desa, komunitas juga dilibatkan sebagai bagian dari kekuatan bersama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Kita gandeng juga komunitas agar bisa bergandengan tangan bersama-sama memberikan edukasi. Potensi berbasis komunitas ini sangat penting untuk menjadi bagian dari upaya edukasi dan pencegahan,” kata Bupati.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satu langkah penting adalah membangun komunikasi dan menyatukan data mengenai potensi maupun titik rawan Karhutla.

“Kita kumpulkan dulu komunitas, kemudian bersama Seskoad kita diskusikan. Harapannya nanti kita memiliki satu data dan satu pemahaman dalam melakukan langkah mitigasi,” ungkapnya.

Perkuat Mitigasi & Peralatan Penanganan Karhutla

Dalam pembahasan tersebut, Pemkab Lampung Timur juga mengungkapkan sejumlah kendala yang selama ini dihadapi dalam mitigasi Karhutla. Salah satunya adalah adanya indikasi aktivitas tertentu yang berpotensi menjadi penyebab kebakaran, yang membutuhkan pengawasan dan keterlibatan bersama dari berbagai unsur. Untuk mengantisipasi hal tersebut, unsur Forkopimda terus didorong untuk turun bersama melakukan pemantauan dan penanganan apabila terjadi kebakaran.

Dari sisi sarana dan prasarana, pemerintah daerah menyadari masih terdapat keterbatasan peralatan yang digunakan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Salah satunya adalah keterbatasan selang dengan ukuran dan panjang yang sesuai untuk menjangkau lokasi kebakaran di kawasan hutan. Peralatan yang tersedia sebagian masih menggunakan peralatan pertanian sehingga belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan penanganan Karhutla.

Karena itu, Pemkab Lampung Timur telah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan peralatan dan selang khusus yang dapat digunakan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Tidak hanya memperkuat peralatan, peningkatan kapasitas personel juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Tim BPBD Lampung Timur akan mendapatkan pelatihan agar memiliki kemampuan dalam menghadapi berbagai karakteristik kebakaran, termasuk kebakaran di kawasan hutan dan lahan.

“Tim juga dilatih oleh BPBD agar tidak hanya menangani kebakaran rumah, tetapi juga memiliki kemampuan dalam menangani kebakaran hutan,” ujarnya.

Bupati berharap sinergi antara pemerintah daerah, TNI, masyarakat, komunitas, desa penyangga, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat. Menurutnya, pencegahan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan kerja bersama dan kepedulian seluruh elemen masyarakat.

Dengan kolaborasi tersebut, Pemkab Lampung Timur berkomitmen membangun sistem pencegahan dan penanganan Karhutla yang lebih terencana, mulai dari edukasi masyarakat, pemberdayaan desa penyangga, penguatan komunitas, peningkatan kapasitas personel, hingga penyediaan sarana dan prasarana pendukung. Langkah tersebut diharapkan mampu meminimalkan risiko kebakaran, menjaga kelestarian kawasan hutan, serta memberikan perlindungan bagi masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Lampung Timur.

(red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *