Ada kalanya seorang jurnalis berangkat membawa kamera, catatannya, dan semangat menjalankan tugas profesi. Namun hari ini, kabar dari perairan Selat Sunda mengetuk nurani seluruh insan pers dengan rasa cemas yang mendalam.
Rekan-rekan kita berangkat bukan untuk mencari sensasi, apalagi mempertaruhkan nyawa tanpa perhitungan. Mereka hadir di sana menjalankan amanah profesi: merekam fakta, menggali informasi, dan menyampaikan perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau kepada masyarakat luas.
Namun hingga saat ini, keberadaan mereka masih ditunggu, proses pencarian masih berlangsung, dan kepastian belum mengetuk pintu.
Dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini, tidak ada kekuatan yang lebih besar selain menyatukan asa melalui doa. Kami mengajak seluruh rekan jurnalis, organisasi pers, komunitas wartawan, dan insan pers di mana pun berada: mari sejenak menghentikan langkah dan menundukkan kepala.
Mari kita panjatkan doa terbaik untuk keselamatan mereka:
* Warta (Kapten Kapal, 55 tahun)
* Surakman (ABK, 60 tahun)
* Heriyanto (Pemandu, 49 tahun)
* M. Bagus Khoirunnas (Jurnalis Antara)
* Ari Basuki (Jurnalis Merdeka)
* Yudhis (Jurnalis iNews)
* Daus (Jurnalis Anadolu)
* Donal (Jurnalis Lepas/Freelance)
Untaian Doa dan Harapan
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, kami memohon perlindungan-Mu.
Lindungilah rekan-rekan kami di mana pun mereka berada. Berikan keselamatan, ketahanan, dan pertolongan-Mu di setiap jengkal proses pencarian.
Mudahkan langkah tim SAR, aparat, relawan, serta seluruh pihak yang tengah berjuang di lapangan. Berikan petunjuk dan jalan terbaik agar saudara-saudara kami dapat ditemukan dan kembali ke pelukan keluarga, sahabat, serta rekan seperjuangan dalam keadaan selamat.
Untuk keluarga yang saat ini menunggu dengan dada yang sesak oleh cemas, berikanlah ketabahan, kesabaran, dan kekuatan ekstra. Jangan biarkan lilin harapan mereka padam.
Di balik setiap baris berita yang kita baca, ada jurnalis yang merelakan hangatnya rumah dan pelukan keluarga demi tugas lapangan. Di balik setiap informasi yang sampai ke layar ponsel masyarakat, ada keberanian insan pers yang memilih datang langsung ke titik bahaya untuk menyuarakan fakta.
Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian terhadap delapan orang yang berada di dalam speed boat yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Memasuki hari kedua, operasi pencarian diperluas dengan mengerahkan tujuh Search and Rescue Unit (SRU) ke sejumlah sektor.
Saat ini, kita tidak sedang menunggu tenggat berita. Kita sedang menunggu kepulangan saudara seperjuangan. Selat Sunda boleh menyimpan kabar yang belum terjawab, namun jangan biarkan harapan kita ikut tenggelam.
Satu pena untuk kebenaran.
Satu profesi untuk kemanusiaan.
Dan malam ini, satu doa untuk keselamatan mereka.
Semoga Allah SWT mengijabah doa kita, memudahkan pencarian, dan memberikan kabar terbaik untuk kita semua.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiinn
(Red)


















