Gasak.online Lampung Timur – Mahasiswa dari Institut Teknologi Sumatera (ITERA) bersama jajaran UPTD Pertanian dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sarana Tani Desa Sriminosari melakukan pengecekan lahan pertanian calon penerima program optimalisasi lahan (oplah), Jumat (13/3/2026).
Kegiatan ini dilakukan untuk meninjau langsung kondisi lahan pertanian, khususnya sawah tadah hujan di Dusun 1 dan Dusun 2 Desa Sriminosari yang selama bertahun-tahun kerap mengalami banjir sehingga menyebabkan gagal panen bagi para petani.
Kedatangan rombongan yang terdiri dari mahasiswa, Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Labuhan Maringgai, penyuluh pertanian lapangan, perangkat Desa Sriminosari, serta pengurus Gapoktan dan kelompok tani setempat disambut antusias oleh para petani. Kehadiran mereka dinilai membawa secercah harapan bagi petani yang selama ini menghadapi berbagai persoalan pada lahan pertanian mereka.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan survei serta pembahasan terkait rencana program oplah pertanian. Beberapa aspek yang menjadi perhatian utama di antaranya pembangunan dan perbaikan saluran pembuangan air sawah, akses jalan usaha tani, serta pembangunan pintu air guna mengatasi banjir sekaligus mencegah masuknya air asin dari laut ke area persawahan.
Ketua Kelompok Tani Dusun 1, Siswanto, bersama Ketua Kelompok Tani Dusun 2, Parsidi, menyampaikan harapan besar agar program ini dapat benar-benar direalisasikan dan tidak berhenti sebatas wacana.
Menurut mereka, selama bertahun-tahun sawah tadah hujan di wilayah tersebut kerap mengalami banjir pada musim hujan, sementara pada musim kemarau petani justru mengalami kekurangan air. Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan hasil panen tidak maksimal bahkan sering mengalami gagal panen.
“Kami berharap wacana ini benar-benar terealisasi dan bukan sekadar menjadi impian yang tak pernah menjadi kenyataan. Hingga saat ini sawah tadah hujan di desa kami belum tersentuh bantuan maupun perhatian, baik dari pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten terkait penanganan masalah banjir dan air pasang,” ujar Siswanto.
Para petani berharap melalui kegiatan survei ini, pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki infrastruktur pertanian sehingga produktivitas lahan sawah tadah hujan di Desa Sriminosari dapat meningkat dan kesejahteraan petani pun ikut terangkat.
(M. Jahri)


















