banner 728x250
Berita  

DIGEREBEK DI PUNDUH PIDADA PESAWARAN, EKSEKUTOR PENEMBAK BRIGADIR ANUMERTA ARYA SUPENA DITEMBAK MATI

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

BANDARLAMPUNG – Operasi pengejaran terhadap dua pelaku utama kasus pembunuhan Brigadir (Anumerta) Arya Supena, anggota Banit III Subdit IV Diintelkam Polda Lampung, berakhir tuntas. Salah satu pelaku yang berperan sebagai eksekutor penembakan, yakni Bahroni, tewas ditembak oleh tim gabungan kepolisian saat dilakukan penggerebekan di wilayah Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Jumat (15/5/2026) pukul 05.00 WIB pagi.

Penggerebekan tersebut dilakukan oleh gabungan personel dari Polda Lampung, Intel Brimob Polda Lampung, Polresta Bandar Lampung, Polres Lampung Timur, dan Polres Pesawaran di kawasan Teluk Hantu, Desa Pagar Jaya, Kabupaten Pesawaran. Sementara itu, rekan komplotannya yang berperan sebagai pengemudi sepeda motor saat kejadian, bernama Hamli (27), sudah lebih dulu dilumpuhkan dengan tembakan pada bagian kaki saat penggerebekan yang berlangsung di wilayah Jabung, Lampung Timur, Senin (11/5/2026) lalu.

banner 325x300

Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helfi Assegaf, menjelaskan kronologi pelarian kedua buronan tersebut dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Lampung, Jumat pagi. Menurut keterangannya, tak lama setelah melakukan aksinya dan menewaskan Bripka Arya, kedua pelaku sempat melarikan diri dan bersembunyi di kediaman Hamli yang berlokasi di Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran.

Di tempat persembunyian itu, Bahroni dan Hamli diketahui sempat mengubur senjata api milik almarhum Bripka Arya yang sempat dirampas. Senjata itulah yang sebelumnya digunakan oleh Bahroni untuk menembak mati anggota Satintelkam Polda Lampung tersebut saat berusaha mencegah aksi pencurian kendaraan bermotor.

Sebagai informasi, peristiwa naas yang menewaskan aparat kepolisian muda itu terjadi pada Sabtu (9/5/2026) pukul 05.30 WIB. Saat itu, Bripka Arya Sumpena (32) sedang berpakaian sipil dan melintas di lokasi kejadian. Ia melihat dua orang pelaku sedang berusaha merusak kunci stang sebuah sepeda motor Honda Beat berwarna biru putih dengan pelat nomor BE-2826-NBM. Motor tersebut merupakan milik seorang karyawati bernama Nuraini Maya, yang bekerja di sebuah toko kue milik Yussy Akmal. Niat baiknya mencegah kejahatan berakhir dengan gugurnya dirinya akibat perlawanan keras dan tembakan dari para pelaku.

Kini dengan tewasnya Bahroni dan tertangkapnya Hamli, kasus yang menyita perhatian publik ini telah terungkap sepenuhnya. Kapolda Lampung berharap, tindakan tegas yang dilakukan kepolisian ini dapat menjadi pelajaran atau momok menakutkan bagi para pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lainnya agar segera menghentikan aksinya.

Selain penindakan hukum, Irjen Helfi juga menekankan perlunya peran aktif pemerintah daerah untuk mengambil langkah pembinaan dan pencegahan jangka panjang, agar kasus serupa tidak lagi terjadi di Bumi Ruwa Jurai. Menurutnya, persoalan curanmor selama ini belum terselesaikan hingga ke akar masalah, yang sebenarnya berkaitan erat dengan kesenjangan sosial, tingginya angka pengangguran, rendahnya tingkat pendidikan, serta maraknya penyalahgunaan narkoba di masyarakat.

Di akhir keterangannya, Kapolda Lampung kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor serta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila menemukan tindak kriminal di lingkungan sekitar. Ia juga menegaskan bahwa Polda Lampung akan terus bertindak tegas terhadap setiap pelaku kejahatan yang membahayakan keamanan masyarakat maupun nyawa aparat penegak hukum yang sedang bertugas.(red)

 

(Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *