LAMPUNG TIMUR – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Lampung Timur saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Lampung, yang berlangsung di Ruang Sakai Sambayan, Lantai 2 Komplek Kantor Gubernur Provinsi Lampung, pada Jumat (22/5/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dengan seluruh pemerintah kabupaten dan kota se-Lampung, guna memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan inflasi daerah dapat dijaga pada tingkat yang aman.
Turut mendampingi Bupati dalam pertemuan penting tersebut, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), Plt. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta Kepala Bagian Perekonomian. Selain dari Lampung Timur, rapat koordinasi ini juga dihadiri oleh Wali Kota Bandar Lampung, Wali Kota Metro, Pemerintah Kabupaten Mesuji, serta para pimpinan daerah lainnya di Provinsi Lampung.
EVALUASI KONDISI TERKINI DAN ANTISIPASI KENAIKAN HARGA
Dalam forum tersebut, para peserta membahas secara mendalam perkembangan terkini laju inflasi di wilayah Lampung, kondisi distribusi bahan pokok, ketersediaan dan stabilitas stok pangan, hingga strategi konkret untuk mengendalikan harga pada sejumlah komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan.
Pertemuan ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi kinerja pengendalian inflasi yang telah berjalan, tetapi juga merumuskan langkah-langkah antisipatif menghadapi potensi gejolak harga di masa mendatang. Fokus utama diarahkan pada pengawasan pergerakan harga di pasar, kelancaran rantai distribusi, dan penguatan sektor perdagangan di tingkat daerah.
KOMITMEN KERJASAMA DAN PENGUATAN PERAN DAERAH
Bupati Lampung Timur menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama yang tidak hanya dibebankan kepada pemerintah pusat atau provinsi, tetapi menuntut peran aktif dan nyata dari pemerintah daerah. Menurutnya, fluktuasi harga pangan harus diantisipasi secara cepat dan tepat melalui koordinasi lintas sektor.
“Pemerintah Kabupaten Lampung Timur akan terus memperkuat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan seluruh pemangku kepentingan terkait guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di masyarakat. Pengendalian ini harus dilakukan melalui pengawasan pasar yang ketat, kelancaran distribusi barang, serta penguatan komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan para pelaku usaha,” tegas Bupati.
Lebih lanjut ia menjelaskan, isu ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah karena sangat berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat dan kestabilan ekonomi daerah secara keseluruhan.
HARAPAN STABILITAS EKONOMI BERKELANJUTAN
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berharap sinergi yang terbangun antara pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota dapat berjalan semakin kokoh. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat agar tidak terbebani kenaikan harga, sekaligus mendukung terciptanya stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi kesejahteraan seluruh warga Lampung.(Red)


















