banner 728x250

Delapan Organisasi Pers Lampung Timur Sukses Gelar HUT RI ke-81: Santuni Anak Yatim dan Donor Darah

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

 

LAMPUNG TIMUR — Delapan organisasi pers yang tergabung dalam wadah bersama insan pers Lampung Timur (Lamtim) menyampaikan kekecewaan atas ketidakhadiran sejumlah unsur Pemerintah Kabupaten Lamtim dalam kegiatan sosial donor darah dan santunan anak yatim yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

banner 325x300

Delapan organisasi pers tersebut terdiri dari SMSI, JMSI, IWO, FJHLT, KWRI, PWSI, AWPI, dan PWLT.

Kegiatan sosial ini digelar pada 26–27 Agustus 2026 dan diinisiasi bersama oleh delapan organisasi pers sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa insan pers tidak hanya berperan dalam mencari, menulis, dan menyajikan berita, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.

Rencana dan Realisasi Jadwal

Juru bicara delapan organisasi pers yang juga Ketua Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kabupaten Lampung Timur, A. Zohiri (Azohirri), mengatakan kegiatan tersebut telah direncanakan jauh hari. Semula dijadwalkan pada 15–16 Agustus 2026, jadwal kemudian diubah karena bertepatan dengan agenda lain yang padat.

Namun, di luar dugaan, pada waktu pelaksanaan justru terdapat agenda Pemerintah Kabupaten Lampung Timur di Rumah Dinas Bupati.

“Kami sebenarnya cukup kecewa, karena kegiatan ini sudah kami sampaikan dan persiapkan jauh-jauh hari. Kami berharap pemerintah daerah dapat hadir dan memberikan dukungan secara langsung. Namun, pada saat pelaksanaan ternyata ada agenda pemerintah lainnya,” ujar Azohirri dalam sambutannya.

Meski demikian, Azohirri menegaskan bahwa ketidakhadiran Bupati Hj. Ela Siti Nuryamah maupun Wakil Bupati Lamtim Hj. Azwar Hadi, S.E., M.Si. tidak serta-merta menunjukkan pemerintah daerah tidak memberikan perhatian. Berdasarkan informasi yang diterima, Bupati saat itu memiliki agenda pembahasan dan pengesahan RTRW Kabupaten Lampung Timur di gedung DPRD, sementara sejumlah pejabat eselon III dan IV juga memiliki agenda lain di Bandar Lampung.

Bukan Menjadi Lawan Pemerintah

Azohirri menegaskan kegiatan delapan organisasi pers bukanlah untuk berhadap-hadapan dengan pemerintah daerah. Sebaliknya, kegiatan ini merupakan bentuk keinginan insan pers untuk menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Delapan organisasi ini bukan dibentuk untuk menjadi musuh pemerintah. Justru kami ingin menjadi mitra, memberikan pemikiran, karya tulis dan kontribusi yang positif untuk kemajuan Kabupaten Lampung Timur,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi digital membuat peran media semakin besar. Informasi saat ini dapat tersebar dengan cepat melalui berbagai platform, sehingga insan pers perlu ikut menjaga iklim informasi yang sehat, berimbang, konstruktif, dan bertanggung jawab.

“Tujuan kami sangat sederhana. Wartawan jangan hanya dikenal karena menulis dan menyajikan berita. Wartawan juga harus mempunyai jiwa sosial sehingga keberadaannya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Apresiasi untuk Pihak yang Mendukung

Azohirri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk unsur pemerintah, TNI, Polri, kejaksaan, kecamatan, serta berbagai pihak lainnya.

Ia menyebut kegiatan sosial tersebut tidak semata-mata bergantung pada bantuan pemerintah. Sebagian kebutuhan diperoleh dari dukungan berbagai pihak, antara lain:

– Dinas Pendidikan: sekitar Rp1,5 juta

– Sekretariat DPRD (Sekwan): Rp500 ribu

– Kejaksaan Lamtim: Rp2,5 juta

– Koperasi Berkah Batu Timur: Rp6 juta

– Kabag Umum: memfasilitasi kegiatan

– Dukungan dari rekan-rekan jurnalis

“Acara ini terlaksana karena kebersamaan. Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, termasuk kawan-kawan jurnalis yang ikut bergotong royong sehingga kegiatan ini bisa terlaksana,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Azohirri mengajak seluruh organisasi pers di Lampung Timur untuk terus menjaga kekompakan sekaligus membangun hubungan kemitraan yang sehat dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.

“Kalau memang kegiatan OPD dikomunikasikan dengan baik, melalui satu pintu informasi yang jelas, kemudian disampaikan kepada media, masyarakat akan mengetahui bahwa pemerintah juga bekerja dan berbuat untuk masyarakat. Ini yang kami harapkan,” ungkapnya.

Pers Tetap Jalankan Fungsi Kontrol Sosial

Azohirri menambahkan bahwa kerja sama antara pemerintah dan pers sangat penting untuk membangun citra positif Kabupaten Lampung Timur. Pemberitaan yang konstruktif juga dapat membantu memperkenalkan berbagai potensi daerah sehingga mampu menarik minat investor dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Namun, ia menegaskan media tetap memiliki fungsi kontrol sosial. Kritik terhadap pemerintah tidak boleh dihilangkan, tetapi harus disampaikan secara profesional, proporsional, berdasarkan fakta, serta memiliki tujuan membangun.

“Kami bukan berarti tidak boleh mengkritik pemerintah. Kritik tetap diperlukan. Tetapi kritik itu harus menjadi kritik yang membangun, memberikan solusi, dan tidak semata-mata untuk menjatuhkan,” jelasnya.

Ia juga meminta agar tidak ada pihak yang menyampaikan informasi secara sepihak kepada pemerintah mengenai keberadaan delapan organisasi pers tersebut.

“Saya berharap jangan ada informasi sepihak yang kemudian membuat pemerintah salah memahami niat kami. Kami menyatukan delapan organisasi ini bukan untuk membuat masalah atau menjadi lawan pemerintah. Kami ingin bersama-sama memberikan kontribusi terbaik bagi Lampung Timur,” tegasnya.

Momentum Mempererat Kebersamaan

Dalam rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia tersebut, selain donor darah dan santunan anak yatim, panitia juga menyiapkan berbagai kegiatan kebersamaan dan perlombaan masyarakat, termasuk lomba permainan tradisional serta pembagian door prize.

Azohirri menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan, jajaran organisasi pers, para jurnalis, serta seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung kegiatan tersebut.

“Kami ingin menunjukkan bahwa insan pers juga bisa hadir di tengah masyarakat. Kami ingin memberikan sesuatu yang dapat dirasakan, bukan hanya melalui pemberitaan, tetapi melalui kegiatan sosial secara langsung,” ujarnya.

Lebih lanjut, Azohirri mengajak seluruh insan pers untuk terus menyajikan pemberitaan yang positif, kritis, berimbang, dan bertanggung jawab.

“Kita bersama-sama membangun Lampung Timur. Pemerintah, pers dan masyarakat harus saling mendukung. Kalau Lampung Timur ingin maju, kita harus kompak dan memberikan kontribusi terbaik sesuai bidang masing-masing,” pungkas Azohirri.

Kegiatan donor darah dan santunan anak yatim tersebut sekaligus menjadi momentum bagi delapan organisasi pers untuk mempererat kebersamaan serta memperkuat komitmen menjadi mitra pemerintah dan masyarakat dalam mendorong kemajuan Kabupaten Lampung Timur.

(Redaksi)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *