banner 728x250

Tari Rudat Lampung: Warisan Budaya Bernuansa Islami yang Tetap Lestari di Mataram Baru  

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

 

LAMPUNG TIMUR — Tari Rudat merupakan salah satu kesenian tradisional Lampung yang hingga kini tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Mengusung perpaduan gerak tari, lantunan syair atau shalawat, serta iringan tabuhan rebana, kesenian ini tidak hanya memiliki nilai seni tinggi, tetapi juga sarat pesan keagamaan dan kearifan lokal.

banner 325x300

Khususnya di wilayah Kampung Tua, Dusun 1, Desa Mataram Baru, keberadaan Tari Rudat masih terasa sangat kuat. Masyarakat setempat terus menjaga tradisi ini sebagai bagian dari identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Antusiasme warga terhadap kesenian Rudat terlihat begitu tinggi. Berbagai kalangan tampak hadir dan menikmati setiap rangkaian pertunjukan. Hal ini menjadi bukti bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat, meskipun perkembangan zaman terus membawa berbagai bentuk hiburan modern.

Salah satu tokoh yang berperan besar dalam menjaga eksistensi kesenian ini adalah Ibu Susunan Rataw, Ketua Sanggar Salamun. Melalui sanggar yang dipimpinnya, upaya pelestarian Tari Rudat terus dilakukan dengan melibatkan masyarakat dan generasi muda.

Kegiatan ini juga mendapat perhatian luas. Ketua Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Lampung Timur, Wawan Subing, turut hadir menyaksikan langsung penampilan tersebut bersama warga. Kehadiran ini menjadi bentuk apresiasi terhadap para pelaku seni dan masyarakat yang konsisten menjaga keberlangsungan budaya lokal.

Karakteristik & Kekhasan Tari Rudat

Tari Rudat memiliki ciri yang sangat khas:

– Gerakan Dinamis & Bela Diri: Memadukan gerak tari dengan unsur dasar pencak silat.

– Syair Bernuansa Islami: Iringan vokal berisi pujian dan pesan-pesan keagamaan.

– Musik Rebana: Didominasi tabuhan perkusi tradisional yang menciptakan ritme khas.

– Kemungkinan Kolaborasi: Sering dipadukan dengan kesenian lain seperti topeng tuping, terutama dalam acara adat atau arak-arakan.

Fungsi Sosial & Nilai Budaya

Bagi warga Mataram Baru, Rudat bukan sekadar hiburan. Ia memiliki fungsi yang melekat dalam kehidupan sosial:

– Menjadi bagian tak terpisahkan dari acara adat: pernikahan, khitanan, penyambutan tamu agung.

– Mengandung nilai religi yang kuat, menjadi sarana puji-pujian kepada Allah SWT serta penyampaian pesan moral.

– Menjadi bukti kebudayaan yang tangguh, mampu bertahan jika didukung komitmen bersama.

Harapan Pelestarian

Kehadiran Sanggar Salamun dan dukungan berbagai pihak—mulai dari masyarakat, media, hingga tokoh seperti Ketua KWRI Lampung Timur—memberi harapan cerah bagi masa depan Rudat. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mempelajari, mempraktikkan, dan memperkenalkannya kepada khalayak luas.

Pada akhirnya, Tari Rudat adalah simbol persatuan antara seni, agama, adat, dan kebersamaan masyarakat. Dengan antusiasme yang tetap tinggi serta dukungan lintas elemen, kesenian ini dipastikan akan terus hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan Lampung Timur bagi generasi mendatang.

 

(Wawan Subing)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *