BANDARLAMPUNG – Menjelang perayaan Idul Adha tahun 2026, Provinsi Lampung menjadi salah satu daerah penerima penyaluran hewan kurban Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) dari Presiden Republik Indonesia. Sebanyak 16 ekor sapi unggul dengan bobot di atas rata-rata telah resmi lolos seleksi ketat dan siap disalurkan ke berbagai masjid di wilayah Lampung.
Dari total 34 usulan yang diajukan Pemerintah Provinsi Lampung, hanya 16 sapi yang dinyatakan memenuhi syarat setelah melalui verifikasi administrasi, pemeriksaan kesehatan, hingga penilaian kualitas fisik ternak. Sapi-sapi pilihan ini berasal dari 15 kabupaten/kota di Lampung, dengan rincian khusus untuk wilayah Kabupaten Mesuji, sapinya dipasok dari Tanggamus karena di daerah tersebut belum ditemukan ternak yang memenuhi syarat bobot minimal 1 ton.
SAPI SIMMENTAL 1 TON DARI PETERNAK SUKARAME
Salah satu sapi yang terpilih berasal dari Kota Bandarlampung, tepatnya milik Nopian Susanto, warga Lingkungan II, RT 010, Kelurahan Sukarame. Sapi jenis Simmental berusia 4 tahun lebih ini memiliki bobot mencapai 1 ton dan kandangnya berlokasi di kawasan Jalan RA Basyid, perbatasan Bandarlampung dan Lampung Selatan.
Kepala Dinas Pertanian Kota Bandarlampung, Dedeh Ernawati Fauzie, menjelaskan bahwa penetapan ini melibatkan Tim Sekretariat Presiden, Dinas Peternakan Provinsi Lampung, dan peternak.
“Verifikasi dilakukan mulai dari administrasi hingga peninjauan langsung ke kandang. Hasilnya, sapi milik warga Sukarame ini memenuhi syarat dan lolos verifikasi awal. Nantinya, sapi ini akan disalurkan untuk dikurbankan di Masjid Al Madani, Kelurahan Batu Putuk, Kecamatan Teluk Betung Barat,” ungkap Dedeh, Rabu (20/5/2026).
SAPI TERPARAH: LIMOUISIN 1,124 TON MILIK PETERNAK METRO
Sementara itu, sapi dengan bobot terbesar dan menjadi primadona dalam penyaluran tahun ini berasal dari Kota Metro. Sapi jenis Limousin milik peternak bernama Ashari ini mencatatkan bobot luar biasa mencapai 1.124 kilogram (lebih dari 1,1 ton). Angka ini menjadikannya sebagai sapi kurban Banmas Presiden terbesar di antara 16 ekor sapi lainnya yang tersebar di seluruh Lampung.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung, Lili Mawarti, menyampaikan bahwa standar yang ditetapkan pemerintah pusat sangat ketat, terutama mengenai bobot minimal 1 ton dan kondisi kesehatan hewan yang prima.
“Kami mengusulkan 34, namun setelah diseleksi secara mendalam, hanya 16 yang dinyatakan layak menjadi hewan kurban Presiden. Kualitasnya luar biasa, semua berukuran jumbo dan sehat,” ujar Lili Mawarti.
Nantinya, seluruh sapi kurban jumbo ini akan disalurkan ke masjid-masjid yang telah ditentukan pemerintah daerah masing-masing. Harapannya, penyaluran ini berjalan lancar dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas dalam momentum Hari Raya Idul Adha tahun ini.(Red)


















