Gasak.online Lampung Timur – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lampung Timur menyampaikan keluhan masyarakat nelayan terkait sulitnya mendapatkan bahan bakar jenis solar yang menjadi kebutuhan utama untuk melaut. Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada aktivitas penangkapan ikan serta penghasilan para nelayan di berbagai daerah. (29/04/2026)
Sejumlah nelayan mengaku kesulitan memperoleh solar bersubsidi, baik karena keterbatasan pasokan maupun prosedur distribusi yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada nelayan kecil. Akibatnya, tidak sedikit nelayan yang terpaksa mengurangi frekuensi melaut, bahkan menghentikan sementara aktivitasnya.
Ketua HNSI Lampung Timur H. Nur Ali menyampaikan bahwa permasalahan ini sudah berlangsung cukup lama dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. “Solar adalah kebutuhan pokok bagi nelayan. Jika distribusinya tersendat, maka roda ekonomi nelayan juga ikut terganggu,” ujarnya.
Para nelayan berharap adanya kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam pendistribusian bahan bakar subsidi, termasuk pengawasan yang lebih ketat agar solar benar-benar sampai kepada nelayan yang berhak. Selain itu, mereka juga meminta kemudahan akses melalui SPBU khusus nelayan atau penambahan kuota di wilayah pesisir.
HNSI Lampung Timur pun mendesak dinas terkait, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk segera memberikan solusi konkret guna mengatasi permasalahan ini. Langkah cepat dinilai penting agar nelayan dapat kembali beraktivitas secara normal dan menjaga stabilitas pasokan ikan nasional.
“Diperlukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan distribusi solar berjalan lancar dan tepat sasaran. Kami berharap pemerintah segera merespons keluhan ini,” tambahnya.
Dengan adanya perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah, para nelayan berharap kendala tersebut dapat segera teratasi, sehingga mereka dapat kembali melaut tanpa hambatan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. (Red)


















