LAMPUNG TIMUR – Sempat viral aksi penutupan jalan alternatif menuju SMAN 1 Labuhan Ratu oleh warga Dusun Pulosari, Desa Labuhan Ratu Induk, Kecamatan Labuhan Ratu, kini persoalan telah menemukan titik terang. Warga bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung menggelar dialog mediasi di Aula Kecamatan Labuhan Ratu, Sabtu (18/7/2026).
Pertemuan ini dihadiri unsur Forkopimcam, Kepala Desa, Danramil, Polsek, tokoh masyarakat, serta warga setempat, sebagai tindak lanjut protes masyarakat terkait hasil seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 1 Labuhan Ratu.
Kepala Desa Labuhan Ratu, Al Amin YH, menyoroti akar masalah terletak pada sistem seleksi jalur domisili yang masih menggunakan peringkat nilai. Menurutnya, kebijakan ini justru merugikan calon siswa yang tinggal sangat dekat dengan sekolah.
“Saya yakin jika jalur domisili masih pakai seleksi nilai, tahun depan akan muncul masalah yang sama. Seleksi berdasar nilai seharusnya hanya berlaku untuk jalur prestasi. Warga kami kecewa, ada tiga anak yang rumahnya kurang dari 100 meter dari sekolah justru tidak diterima,” ujar Al Amin.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Lampung, Indarti, menjelaskan penerapan nilai pada jalur domisili bertujuan mendorong siswa tetap memiliki motivasi belajar meski berdomisili di sekitar sekolah.
Hasil mediasi akhirnya melahirkan lima poin kesepakatan penyelesaian:
1. Sekolah akan melakukan pendampingan SPMB tahun berikutnya dengan melibatkan Forkopimcam dan pemerintah desa, agar siswa sekitar Desa Labuhan Ratu mendapatkan peluang seleksi yang layak.
2. Dinas Pendidikan Provinsi Lampung akan mengembalikan sistem SPMB seperti tahun sebelumnya (2025).
3. Akan dilakukan penambahan kuota atau rombongan belajar di SMAN 1 Labuhan Ratu.
4. Ke depannya, keberatan orang tua dapat disampaikan melalui mekanisme pengaduan resmi Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.
5. Kedua belah pihak sepakat menjaga ketertiban, keamanan, serta membuka kembali akses jalan menuju sekolah demi kenyamanan siswa dan masyarakat.
Tandai berakhirnya protes, warga bersama unsur keamanan membuka kembali jalan alternatif menuju SMAN 1 Labuhan Ratu. Kesepakatan ini menjadi komitmen bersama untuk menjaga suasana kondusif di lingkungan pendidikan.
(Red)


















